Breaking News
Loading...

Recent Post

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 27 Agustus 2014
Politik Mahabarata

Politik Mahabarata


Akhirnya...
Panggung politik tetaplah memuakkan...

Makanan basi yang diharap mengenyangkan,
malah tumpahkan isi perut dengan muntahan.

Panggung diisi pahlawan bertopeng, kesiangan.
Penonton berteriak maling, pun nikmati hasil curian.

Lalu disiang bolong mereka berteriak,
masih ada harapan!!

Lalu politik lewat begitu saja,
dengan muka tanpa dosa.
Bahkan lupa dengan lukanya,
lupa dengan tangis darahnya.

Mahabarata pun tuliskan ulang kisahnya,
kali ini, di dataran kurukshetra Indonesia.
ada anak-anak Pandu dan Dretarastra,
ada seribu amukan Bharatayuddha.

Satu persatu, luka menganga...

dan...
Gandari pun tersenyum,
Sengkuni mengangguk manyun.
no image

Definisi Mampu



Definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri.


Maka ketika pergi haji jika "mampu"...
- ada orang yang pergi haji karena ia memiliki kemampuan harta...
- namun ada juga yang menyisihkan pendapatannya untuk haji, karena itulah kemampuannya.

Maka ketika menikah jika "mampu" ...
- akan menikah seseorang yang siap lahir batin...
- namun ada juga yang merencanakan dan memasang target, karena itulah kemampuannya.

Pada akhirnya, mampu selalu berkaitan dengan niat pelaku...

Dibalik "kemampuan", ada keberuntungan...
adalah 'hadiah' bagi orang-orang yang punya keyakinan penuh...
- maka ada yang dapat haji bisa karena diundang, dihadiahi seseorang dan sebagainya...
- dan ada yang mendapat rizki melimpah meski saat mau menikah ia pas-pasan...

Sudah pasang niatmu? dan kokohkan keyakinanmu?
Ludahmu

Ludahmu


Membenci sekedarnya saja,
Jangan sampai nanti menjilat ludahmu lalu berkata tanpa muka,
"Ludah ternyata nikmat juga".

Politik tu kepentingan,
dan ada ribuan kepentingan di BBM.
SBY mungkin tak ingin di akhir jabatan di jelek-jelekkan
PDI-P mungkin tak ingin Jokowi di goyah-goyah di awal pemerintahan.

Walau kita tahu, PDIP lah yang suka meludah waktu itu....


Oposisi juga menyaksikan domba beradu tanduknya,
dan kroco-kroco pasti kini lagi semangat-semangatnya
berteriak pada semua....hayoo hayoo hayoo

Dan persatuan kembali menjadi mimpi disiang bolong...
Senin, 18 Juni 2012
Kumpulan Puisi a.k.u. dan hariku

Kumpulan Puisi a.k.u. dan hariku

Selasa, 06 Maret 2012
Pelayaranmu, Pilihanmu

Pelayaranmu, Pilihanmu




ada banyak pilihan sebelum naik ke kapalmu
kau bisa berangkat dengan senang
bisa tunda keberangkatan
atau lakukan pembatalan
karena yang mengerti keinginanmu
adalah kamu

saat dek kapal menyentuh kakimu
bisa jadi ia terbuat dari kayu
bukan dari baja seperti harapanmu
kekuatan kapal bukan karena dari apa
tapi bagaimana kau tambatkan asa

saat kapalmu bergerak
mungkin sejuta mimpimu beriak
tersapu angin menyisakan sesak
disana
kapalmu butuh kompas dan tujuan
kemana impian dan asa kau arahkan

bisa saja kau lakukan persinggahan
kepulau-pulau pujaanmu
atau yang memujamu
tapi
apakah bahan bakarmu
cukup untuk ketujuanmu

kecuali jika itu pilihanmu

saat kapalmu melaju perlahan
jangan berharap lautan tenang
berusaha untuk kuat jika ombak menghadang
adalah pilihan
kecuali jika kau ingin menceburkan diri
atau berharap hanyalah mimpi
itu juga pilihan

jika itu pilihanmu

jika angin datang tak bersahabat
kemana harapmu kau tambat?
ikut arah angin kah
ikut nuranimu kah
atau kau patahkan layar asamu
serahkan semua pada angan semu
yang manakah?
itu pilihanmu

pelayaranmu, ke tujuanmu
tak sesingkat hitungan detikmu
masalahnya seberapa siapkah kamu

Selasa, 28 Februari 2012
Seharusnya

Seharusnya


Menulis di kegelapan
Membaca di suramnya
Angan dan harapan
Melangkahkan tujuan
Tanpa arah dan kemana
Langkah itu sendiri berjalan
Entahlah..
Seharusnya kita berharap
Mendung tidaklah gelap
Seharusnya kita menanti
Mentari tak membakar diri
Tapi semua begitu nyata
Tapi ini sesuatu yang ada
Bukan bualan
Bukan omongan
Di persimpangan jalan’
Atau di pasar-pasar loakan
Ini kenyataan…
…mentari mengintip di ufuk
…lembayung membangunkan mimpi
…pagi menaburkan aromanya
…melati dan kenanga
                Berikan salam pada dunia….
Seharusnya….


Kamar 5 lantai 3, Jakarta
Fri , 18th Des 2009. 01:10am
Jumat, 13 Januari 2012
Retorika Cinta

Retorika Cinta


saat seseorang memulai cinta
ia bilang bahagia

lalu cinta mengajaknya
ke arena seribu cara
ia bilang ini surga

saat cinta menghempaskannya
ia bilang neraka
penuh peluh, perih dan luka

lalu cinta memulai lagi
karena cinta datang dari berbagi
dari orang lain atau dirinya
ia bilang terima kasih untuk semua luka

lalu ia memulai lagi cinta
mencoba mencintai sepenuh hati
dan melupakan yang pertama
ia bilang cintamu sembuhkan luka ini

ia tertawa dalam canda
ia suka dalam bersama
ia bilang gembira

lalu ketika cinta pergi
tak ada kata yang tersisa lagi
tuk ungkapkan perih hati
atas luka kedua kali

apa lagi
jika telah menanam janji
seiya sekata satu hati
dan bla bla bla banyak lagi

lalu ia tak kembali?
meruntuh dinding kokohnya hati
dan orang2 mempengaruhi

untuk apa berharap
padaseseorang yang tak mengharap
(kan mu)

gempa hati tak terelakkan
galau,risau atau semacamnya
itulah yang diutarakan

namun sadarkah...
jika cinta terus menulis bab-babnya

lalu, sebesar apa cinta ia sisakan

untuk seseorang yang sah baginya?

setidaknya juga sadar,
jika pasangan adalah cerminan tingkah kita

berarti, ia adalah sisa yang keberapa
dari pasangan sahnya

saat kita tak berikan hati ini
berarti kita juga tak menyakiti

namun,
tak semua orang mengerti


14th Jan 2012
02:17 am

Rabu, 04 Januari 2012
Membuang Harap

Membuang Harap

ilustrasi


Salah apa,
Jika setiap nada terdengar sumbang.
Dosa apa,
Jika setiap kata untuk meyakinkan.
Haruskah kita selalu diam
Biar kan air jatuh keselokan
Sedang kita ikut mngalir didalam
Haruskan hanya termangu
Menunggu mentari membunuh waktu
Menanti asa di halte masa
Mengharap embun sejukkan kalbu
Jika terus tak mau
Buang saja Cita, Angan dan mimpimu
Dan buang jauh Harapanmu

                                Jakarta, 23 Des 2011
                                15:15










Jalan Buntu

Jalan Buntu













Saat kubuka mataku
Tetap saja aku terpaku
Tanpa kompas tujuan
Tanpa peta harapan
Langkah-langkah berat
Kata-kata tak terucap
Angan-angan lenyap
Jalan ini tak menentu
Hanya ikuti bayang semu
Saat tersadar, Aku baru tahu
Ini jalan buntu
                                Jakarta, 23 Des 2011
                                15:07


Selasa, 04 Oktober 2011
Serupa dan Sewarna

Serupa dan Sewarna





Kuda melahirkan anak kuda
Kodok bertelur ratusan telur kodok
Singa menyusui anak singa
Pisang berbuah pisang






Jerapah lahir dan belajar mengunyah rumput dan daun
Macan lahir dan belajar mengaum dan membunuh





Like father like son


Duren jatuh dekat pohonnya
Bambu tumbuh di sekitar induknya





Tapi tidak semua,
Brung cucko mengambil sarang burung lain...
Bebek tak mampu mengerami telurnya...

Hidup tak hanya hitam putih...
Tak juga hanya berwarna PELANGI....

Karena semua tak mungkin sama
Namun tidak juga selalu berbeda

Berbagi
Bercerita
dan Berbuatlah Sesuatu

by:
Green Sahabatmu



Selasa, 27 September 2011
no image

Alone

ilustrasi

Hatiku masih disini
Meski bayangmu enggan tinggalkan
Kakiku masih meniti
Jalan ini
Meski suaramu
Tariaki aku
Panggil namaku
Dan memelas kembali
 Cukuplah sudah ku tinggalkan
Bayang-bayangku
Dibawah dirimu
Aku ingin berjalan sendiri
Meski di jalan sunyi ini
Walau tak ada teman disisi
Aku ingin sendiri
Tanpa bayangku
Juga kamu…

Kamar 5 Lantai 3, Jakarta
Wed, 10th Feb 2010 . 06:57am
no image

Belajar Disini

ilustrasi

Kau akan belajar disini
Bersama bintang, mentari
Bulan yang bersinar juga bumi
Kehidupan tak berubah
Dengan adanya kita
Kehidupan tak berubah
Hanya dengan kata
Dan juga
Bila kau hanya diam
Dan hanya terpaku sunyi
Hidup menghargai mereka
Yang bergerak
Berusaha
Dan memberi
Berlomba dan memahami
Hidup lebih berarti
Saat mereka mengerti
Arti hidup itu sendiri
Dan kehidupan adalah guru
guru yang menuliskan pelajaran
disetiap detiknya..
dan akan mengujimu
di waktu yang akan kau jalani
dengan pelajaran yang telah
ia beri..
berjalanlah bersama waktu
rasakan kersamaanmu
bersama bulan, bintang
mentari dan bumi..
karena kita, tidak sendiri…

Kamar 5 Lantai 3, Jakarta
Tue, 9th Feb 2010. 11:59pm
no image

Lubang Ketiga

ilustrasi

Dua mata ini
Memandang kabur  jalan
Dua penglihatan ini
Makin tak jelas memadang
Jalanku jalan peminum
Kekanan dan kekiri
Linglung
Jalanku jalan bingung
Bahkan tak mampu kaki ini
Ku ayun
Ku mulai berjalan berat
Dalam gelap berkelebat
Lebih hitam lebih pekat
Satu lubang kudapati
Dalam pandangan samar ini
Aku terjatuh kali ini
Lalu aku bangkit
Mencoba bangun untuk teruskan
Langkahku yang terkikis kelam
Lalu aku dapati di jalan ini
Lubang kedua itu, meski
Dalam pandangan kabur
Dan aku tersungkur..
Bersama harapan yang hampir terkubur
Dan..
Kali ini aku tetap teruskan langkah
Sampai batas entah
Meskih penuh peluh, penuh darah
Aku berjalan membunuh asa
Hingga datang lubang ketiga
Yang jelas kupandang
Dari enam penjuru arah
Aku tersenyum dalam pandangku
Sudah jelas kini jalanku
Tak akan jatuh tak akan tersungkur
Kucongkakkan mukaku
Kututup mataku
Kubusungkan dadaku
Dan berjalan..
Dalam tawaku..
Dan
          aku terjatuh

Kamar 5 Lantai 3, Jakarta
Tue, 9th Feb 2010 . 09:26pm

Hukum Hutan Ini

Hukum Hutan Ini

ilustrasi

Di hutan manusia
Hukum lebih brutal
Dari sekedar hukum rimba
Mereka bilang
Hukumnya  membela keadilan
Membela yang lemah
Membela segenap hak
Meweujudkan
Kebersamaan dan kesejahteraan
Pemimpin mereka tersenyumbangga
Duduk diatas leher-leher
Bertahtakan emas merah mengalir
Rakyat-rakyatnya juga
Tertawa bangga
Memuji-muji pembayarnya
Begitu bahagia mereka
Diatas layar kaca
Meski harus menangis lagi
Setelah layar tertutup kembali
Hukum di hutan ini
Milik singa-singa
Yang gonggongannya
Menggemparkan segenap jiwa
Milik tikus-tikus
Yang pandai berdrama
Di kolong-kolong
Maupun di kantor-kantor
Hukum disini
Murah
Silahkan beli meski dengan
Darah
Hukum disini mudah
Tinggal ada lembaran-lembaran
Palu dapat diatur sesuka

Kamar 5 lantai 3, Jakarta
Sat, 06th Feb 2010. 04:49pm
Kelinci Zaman Ini

Kelinci Zaman Ini

ilustrasi

dan…
kisah dunia si kancil dimulai
tari-tari masih bergemulai
bukan fobeo khayalan
juga bukan kisah dongengan
atau bualan..
si kancil begitu nyata
ia tertawa di pelupuk mata
dan kita tidur
jutaan timun tinggal tulangnya
kancil pun riang senangnya
perutnya membuncit kenyang
mulut besarnya
menguap timun-timun basah
ah…
seandainya kancil itu manusia
punya akal dan punya rasa
tentu ia tak seriang ini
tentu tangis anak pak tani
cukup membuatnya sadar
pak tani butuh timunnya
untuk menyuapi anaknya
yang beratus ribu jumlahnya
menderita
busung lapar menyiksa
bahkan kini
tanpa nyawa..
ah…
seandainya kancil punya hati
tentu ia kan lari saat dimaki
kemana telinga panjangnya
saat pak tani memakinya
dengan air mata
kemana mata besarnya
apakah dia tak melihat realita
pak tani menghujam sumpah serapah
untuknya…
Kini jerat-jerat baginya
Telah berkarat zaman
Umpan beracun
Kini dilalam lumut ketidak berdayaan
Kelinci kini makin riang
Berpestapora tanpa batas dan perasaan
Dan masih mencuri timun-timun
Dilahan-lahan
Karena kelinci
Bukan manusia…

Kamar 5 Lantai 3, jakarta
Sat, 06th Feb 2010. 01:29pm

Saat kerbau-kerbau mencoba membajak century
Hingga kini…

no image

Sedikit Harapku

ilustrasi

tak sejauh bukhori
yang lebih jauh dari mata memandang
ia terus berjalan
mungkin tak seharga mati
sparta dan tanahnya
yang bertameng darah
menampik massa dan amarah
juga mungkin bukan ceng ho
yang terus berlari
menembus ombak di ganas samudra
harapku sedikit
dan aku tahu
ada duri dan terjalnya batu
di tengah-tengah itu
aku ingin tetap berjalan
sekarang dan dan masa depan
di jalan ini…
sedikit harapku
itu…

Kamar 5 Lantai 3, Jakarta
Sat, 6th feb 2010. 05:50 am
no image

Mengenali Rasaku

ilustrasi

Mencoba mengenali
Rasaku dan rasa ini
Rasa yang hilang
Kala aku bersama yang lain
aku yang pergi
untuk sebuah sensasi
aku yang hilang,
sebelum engkau datang
sebelum aku kau ingatkan
dan sebelum kau teriakkan
tentang jalanku
yang adalah jurang di depanku
tentang nafasku
yang adalah sampah
adalah kelam
adalah simbol hitam
aku yang tersengal-sengal
lelah dengan nafas ini
lalu kau teriakkan itu..
dimana rasamu..
meski aku coba lagi
merasakan rasaku
yang dulu…

Kamar 5 Lantai 3, Jakarta
Fri,5th Feb 2010. 01:03pm
no image

Pundak Ini

ilustrasi

kuhirup senja pagi
yang menjalar ke sendi-sendi
langkahku kaku
pundakku lebam biru
aku bernafas dalam lelahku
terhimpit tombak waktu
tertusuk duri setiap mata
terbenam dalam jurang foya
mataku terpejam
entah kapan akan terbuka
entah kapan bicara
nafasku satu satu
pundakku masih lebam biru
ah…masih banyak beban
yang belum kuselesaikan

Kamar 5 Lantai 3, Jakarta
Fri, 5th Feb 2010. 06:29am
no image

Kesepian yang Mendalam

ilustrasi

mencari sisa udara
yang tak tinggalkan jejaknya
mencari seberkas sinar
yang kemilaunya memudar…
kemana aku berlari,
jika kakiku menafikan langkahnya
sendiri..
bagaimana mungkin
aku bermimpi, jika malam
sudah enggan menyelimuti…
aku dan sedu sedan ini
sendiri
tanpa teman
tanpa sedikit senyuman
huffs..
kesepian ini
begitu dalam..

Kamar 5 Lantai 3, Jakarta
Thu, 4th Feb 2010 ce. 10:59pm
Mencari Aku

Mencari Aku

ilustrasi

di lembah..
yang dulu kutemukan sayapku
di samudra yang dulu
aku selami dasar hatiku
di angkasa
yang aku letakkan kedua mata..
dan segenap yang ada..
adalah aku..
dan ada kisahku.
Namun semua mengembun
 Dan hanya kabut-kabut
Yang menutup
Memisah aku
Dan aku
Hingga saat aku mencari
Didasar mana hati ini
Di lautan mana diri ini
Di penjuru mana mata ini
Dan saat aku mencari diriku
Aku tak  ada..

Kamar 5 lantai 3, Jakarta
Wed, 20 Jan 2010. 01:30pm
Back To Top